Kamis, 03 Agustus 2017

JARING - JARING MAKANAN

Pengertian Rantai Makanan Jaring-jaring Makanan & Contoh TERLENGKAP – Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan ada makhluk hidup
yang berperan sebagai produsen,  konsumen, dan dekomposer. Pada rantai makanan tersebut terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu.  Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof dengan kata lain sering disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen  primer (konsumen
I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang
menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II),
diduduki oleh hewan pemakan daging (carnivora) dan seterusnya.
Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen
puncak.
Rantai Makanan Dan Analisisnya :
contoh 1 :
KETERANGAN :
  1. Tumbuhan menggunakan sinar matahari untuk menghasilkan makanan dalam bentuk gula, dan disimpan dalam dalam biji, batang, buah, dan bagian lainnya.
  2. Tikus sebagai konsumen tingkat I {hewan herbivora/pemakan tumbuhan} memakan tumbuhan. Kemudian tubuh Tikus mengubah sejumlah makanan menjadi energi untuk lari, makan, dan bereproduksi.
  3. Ular  sebagai konsumen tingkat II {hewan karnivora/pemakan daging} memakan tikus. Tikus merupakan sumber energi untuk ular agar tetap hidup. Burung Elang sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora)
  4. memakan ular. Tubuh elang menggunakan energi yang tersedia dari ular untuk melangsungkan proses kehidupan. Jika elang mati, maka akan diuraikan oleh bakteri, cacing, dan lainnya yang berperan sebagai dekomposer untuk diubah menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
contoh 2 :
KETERANGAN :
  1. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen. Terlihat pada gambar bahwa rumput dimakan
    belalang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumput bertindak sebagai produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Terlihat pada gambar bahwa belalang dimakan katak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belalang sebagai konsumen I (Herbivora). Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora). Terlihat pada gambar bahwa katak dimakan ular. Sehingga dapat disimpulkan bahwa katak sebagai konsumen II (karnivora). Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa ular sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora). Jika ular mati, maka akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai
  2. dekomposer yang mengubah ular yang mati itu menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur berperan sebagai dekomposer.
#Jaring-jaring makanan gabungan dari rantai-rantai makanan yang tumpang tindih dalam ekosistem dan saling berhubungan.
Jaring-jaring Makanan Dan Analisisnya :
contoh 1 :
http://www.jatikom.com/2016/09/pengertian-rantai-makanan-jaring-makanan.html
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari
rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung,
yang tumpang tindih dalam ekosistem. Pada contoh diatas terdapat 5
rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi
sebuah jaring-jaring makanan. Rantai makanan itu diantaranya adalah :
1.  bunga->ulat->burung pipit->elang
2. sawi->ulat->burung pipit->elang
3. sawi->belalang->burung pipit->elang
4.  sawi->belalang->katak->elang
5. sawi->tikus->elang
KETERANGAN :
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang tumpang tindih dalam ekosistem. Pada contoh diatas terdapat 5 rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi sebuaH jaring-jaring makanan. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen. Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai produsen adalah bunga dan sawi. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen  primer (konsumen
I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Terlihat pada gambar bahwa yang berperan sebagai konsumen I (Herbivora) adalah ulat, belalang, dan tikus. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora). Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai konsumen II (karnivora) adalah burung pipit dan katak. Organisme yang
menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa burung elangM bertindak sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora).
v  Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu
menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme
autotrof yang sering disebut produsen. Terlihat pada gambar bahwa yang
bertindak sebagai produsen adalah bunga dan sawi.
v  Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen
primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora.
Terlihat pada gambar bahwa yang berperan sebagai konsumen I (Herbivora)
adalah ulat, belalang, dan tikus.
v  Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen
sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora).
Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai konsumen II
(karnivora) adalah burung pipit dan katak.
v  Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen
puncak. Terlihat pada gambar bahwa burung elang bertindak sebagai
konsumen III/konsumen puncak (karnivora).


contoh 2 :
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari
rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung,
yang tumpang tindih dalam ekosistem. Pada contoh diatas terdapat 17
rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi
sebuah jaring-jaring makanan. Rantai makanan itu diantaranya adalah :
1.pohon-ulat->ayam->elang
2.pohon->ulat->ayam->ular
3.pohon->ulat->katak->elang
4.pohon->ulat->katak->ular
5.pohon->belalang->ayam->ular
6.pohon->belalang->ayam->elang
7.pohon->belalang->katak->elang
8.rumput->ulat->ayam->elang
9.rumput->ulat->ayam->ular
10.rumput->ulat->katak->elang
11.rumput->ulat->katak->ular
12.rumput->belalang->ayam->ular
13.rumput->belalang->ayam->elang
14.rumput->belalang->katak->elang
15.rumput->belalang->katak->ular
16.rumput->tikus->ular
17.rumput->tikus->elang
KETERANGAN :
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai-rantai
makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang tumpang
tindih dalam ekosistem. Pada contoh diatas terdapat 17 rantai makanan
yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi sebuah
jaring-jaring makanan. Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya
terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi
sumber makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis
herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen. Dengan demikian, di
dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan
membentuk suatu jaring-jaring makanan. Pada tingkat trofik pertama
adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu
tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen.
Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai produsen adalah pohon
dan rumput.  Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut
konsumen  primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan
herbivora. Terlihat pada gambar bahwa yang berperan sebagai konsumen I
(Herbivora) adalah ulat, belalang, dan tikus. Organisme yang menduduki
tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki
oleh hewan pemakan daging (karnivora). Terlihat pada gambar bahwa yang
bertindak sebagai konsumen II (karnivora) adalah ayam dan
katak. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut
konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa burung elang dan ular
bertindak sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora).


Sumber http://www.jatikom.com/2016/09/pengertian-rantai-makanan-jaring-makanan.html#ixzz4olag48lR
Follow us: jatikom on Facebook

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Image result for KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
  • Sistem klasifikasi : Sistem yang dapat memudahkan kita mempelajari dan mengenali makhluk hidup
  • Taksonomi : Cabang ilmu biologi yang mengkaji pengelompokkan makhluk hidup
  • Sistem klasifikasi makhluk hidup pertama kali dipelopori oleh Carolus Linnaeus
  • Proses klasifikasi – makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan dan perbedaan cirinya
1.        Sistem klasifikasi alami                 : Pengelompokkan berdasarkan ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi
2.        Sistem klasifikasi filogeni              : Pengelompokkan yang memperhatikan sejarah evolusi
3.        Sistem klasifikasi buatan               : Pengelompokkan berdasarkan ciri morfologi yang mudah dilihat
  • Tingkatan takson makhluk hidup :
Image result for KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
1.        Kingdom
2.        Filum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan)
3.        Kelas
4.        Ordo
5.        Family
6.        Genus
7.        Spesies
  • Sistem tata nama makhluk hidup :
o    Carolus Linnaeus pada tahun 1735 menciptakan sistem tata nama
o    Menggunakan bahasa Latin
o    Terdiri dari 2 bagian :
1.        Bagian pertama : Nama genus (diawali huruf besar)
2.        Bagian kedua : Nama spesies (diawali huruf kecil)
o    Kedua bagian nama tersebut dicetak miring jika diketik dengan komputer atau digarisbawahi jika ditulis dengan tangan
o    Sistem penamaan yang terdiri dari 2 bagian ini disebut tata nama ganda (binomial nomenclature)
  • Manfaat klasifikasi :
1.        Mengetahui keanekaragaman hayati
2.        Mengenal berbagai jenis spesies makhluk hidup meliputi ciri makhluk hidup, hubungan kekerabatan, interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya
3.        Mengetahui ciri-ciri unggul dari berbagai spesies makhluk hidup, kita dapat memanfaatkan secara langsung antara lain untuk bahan pangan, sandang, dan papan
  • Beberapa sistem klasifikasi yang sudah dikembangkan para ilmuwan biologi :
1.        Sistem dua kingdom       : Kelompok tumbuhan dan kelompok hewan
2.        Sistem tiga kingdom      : Protista, plantae, dan animalia
3.        Sistem empat kingdom : Monera, protsta, plantae, dan animalia
4.        Sistem lima kingdom     : Monera, protista, fungi, plantae, animalia
5.        Sistem enam kingdom   : Eubacteria, Archaebacteria, protista, fungi, plantae, dan animalia
  • Identifikasi atau determinasi adalah menentukan nama hewan atau tumbuhan dengan benar dan menempatkannya di dalam sistem klasifikasi hewan dan tumbuhan. Caranya :
1.        Ingatan            : Determinasi dilakukan berdarkan pengetahuan atau ingatan kita tentang tumbuhan atau hewan yang dikenal sebelumnya
2.        Bantuan orang lain         : Determinasi tumbuhan/hewan dapat dilakukan dengan meminta bantuan ahli-ahlu botani, zoologi, atau siapa saja yang dapat membantu
3.        Spesimen acuan             : Identifikasi tumbuhan/hewan dilakukan dengan membandingkan secara langsung dengan spesimen acuan yang telah diidentifikasi dan diberi etiket bertuliskan namanya
4.        Pustaka : Membandingkan/mencocokkan ciri-ciri tumbuhan.hewan yang akan diidentifikasi dengan pustaka. Dapat pula mengguanakan kunci identifikasi atau determinasi
5.        Komputer        : Program komputer yang dapat menyimpan, mengolah, dan memberikan keterangan tentang tumbuhan/hewan
  • Kunci dikotom : Kunci identifikasi dengan menelusuri jalur yang ditetapkan oleh keputusan beraturan dengan setiap pilihannya adalah biner (karena hanya ada 2 alternatif) 

VIRUS

  • Ciri virus :
1.        Ukuran dan bentuk
1.        25-300 nm
2.        Paling kecil virus polio. Paling besar virus TMV
3.        Bulat : Virus influenza, & HIV
4.        Oval : Virus rabies
5.        Batang : Virus TMV
6.        Polihedral : Adenovirus
7.        Huruf T : Bakteriofage
2.        Struktur dan fungsi
1.        Bukan berupa sel (aseluler), berupa partikel yang disebut virion
2.        Asam nukleat : Molekul pembawa informasi genetika. DNA saja/RNA saja
3.        Selubung protein (kapsid) : Pembungkus asam nukleat, tersusun dari subunit protein yang disebut kapsomer
4.        Memberi bentuk virus
5.        Virus kompeks : Memiliki bagian kepala dan ekor. Contoh : Bakteriofage
6.        Gabungan dari asam nukleat dan kapsid disebut nukleokapsid
  • Reproduksi :
1.        Tahap pelekatan : Saat partikel virus (virion) melekat pada sel yang diinfeksi. Tempat pelekatan disebut reseptor
2.        Tahap penetrasi : Tahap materi genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang
3.        Tahap replikasi dan sintesis : Tahap terjadinya perbanyakan partikel virus di dalam sel inang. Sel inang akan dikendalikan sehingga sel dapat membuat komponen virus
4.        Tahap pematangan : Penyusunan asam nukleat dan protein menjadi partikel virus yang utuh
5.        Tahap pelepasan : Tahap partikel virus keluar dari sel inang dengan memecahkan sel tersebut
6.        Siklus litik : Tahapnya seperti diatas, pematangan berlangsung cepat kemudian memecahkan sel tersebut hingga sel inang mati (lisis)
7.        Siklus lisogenik : DNA/RNA virus yang disisipkan pada kromosom sel inang akan mengadakan replikasi secara terus-menerus. Menghasilkan banyak sel anakan yang terinfeksi
  • Habitat : 
1.        Bakteri
2.        Mikroorganisme
3.        Eukariot (seperti protozoa dan khamir)
4.        Tumbuhan : Masuk melalui perantara serangga (vektor)
5.        Hewan/manusia : Masuk melalui makanan, minuman, udara, darah, luka, atau gigitan
  • Klasifikasi :
1.        Menggunakan sistem ICTV (International Committee on Taxonomy of Viruses)
2.        3 tingkat takson :
a.        famili diakhiri viridae,
b.        genus diakhiri virus,
c.        spesies menggunakan bahasa Inggris dan diakhiri virus 
3.        Virus bakteri : Bakteriofage/fage, mengandung DNA
4.        Virus mikroorganisme eukariotik : Mengandung RNA, contoh : Mycovirus
5.        Virus tumbuhan : Mengandung RNA, contoh : TMV
6.        Virus hewan : Mengandung RNA/DNA, contoh : Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi
  • Virus yang memberi manfaat : Bidang rekayasa genetika krn dapat digunakan untuk kloning gen (produksi DNA secara identik). Co : Mengendalikan pertumbuhan serangga, terapi gen manusia
  • Virus yang merugikan : 
1.        Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia
§  Influenza virus : Menyebabkan penyaki flu
§  Human immunodeficiency virus (HIV) : Penyebab AIDS, menyerang sel-sel darah putih jenis limfosit B
§  Hepatitis delta virus : Penyakit hepatitis B
§  Ebola virus : Penyakit ebola
§  Measles virus : Penyakit cacar
§  Polio virus : Penyakit polio
§  Herpes simplex virus : Penyakit herpes
§  Mumps virus : Penyakit gondong
§  Human papollomavirus : Penyebab kutil pada kilit
2.        Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan
§  Rous sarcoma (RSV) : Penyebab tumor pada ayam
§  Bovine papillomavirus : Penyebab tumor pada sapi
§  Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi
§  Virus penyakit tetelo pada ayam (Newcastle disease)
§  Rabies virus : Penyebab rabies pada anjing, monyet, kucing dan manusia
3.        Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan 
§  Tobacco mosaic virus (TMV) : Penyakit mosaik pada tembakau
§  Citrus leprosis virus (CiLV) : Penyebab penyakit pada jeruk
§  Virus tungro : Penyakit pada tanaman padi
§  Virus yang menyerang tanaman hias
  • Pencegahan terhadap virus : Pemberian vaksin. Vaksin adalah suatu zat yang mengandung mikroorganisme patogen yang sudah dilemahkan, memberikan kekebalan secara pasif. Contoh :
o    OPV (Oral polio vaccine) : Vaksin polio
o    Vaksin rabies
o    Vaksin hepatitis B
o    Vaksin influenza
o    Vaksin cacar
o    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar, gondong dan campak

EUBACTERIA DAN ARCAHEBACTERIA

A.       Eubacteria 
  • eu (=sejati) dan bacteria (=bakteri). Eubacteria (=bakteri sejati)
  • Bakteri ditemukan pertama kali oleh Anthony Van Leeuwenhoek
  • Ilmu yang mempelajari bakteri adalah bakteriologi
  • Ciri sel : 
1.        Ukuran dan bentuk sel : berdiameter 0,12 mikron sampai ratusan mikron. Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Ada 3 bentuk dasar :

§  Kokus (bulat) 
§  Basil (batang)
§  spirila (spiral)
2.        Struktur dan fungsi sel :
§  Dinding sel : berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Terususn daripeptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan : 
1.        Bakteri gram positif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptodoglikan yang tebal, warna : ungu, co : Vibrio cholerae
2.        Bakteri gram negatif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis, warna : merah muda/merah, co : E.coli
§  Membran plasma : Membarn yang menyelubungi sitoplasma. Tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Bersifat selektif permeabel dan berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya
§  Sitoplasma : Cairan sel. Mengandung ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
§  Ribosom : Organel yang berukuran sangat kecil dan merupakan tempat terjadinya sintesis protein yang dibantu oleh RNA
§  DNA : Materi pembawa informasi genetik 
§  Granula penyimpanan : Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
§  Kapsul atau lapisan lendir : lapisan diluar dinding sel. Tebal=kapsul / tipis=lapisan lendir. Berfungsi membantu sel bakteri melekat pada suatu permukaan/dengan sel bakteri lainnya, pertahanan bakteri dari sel-sel fagosit, dan melindungi sel bakteri saat mengalami kekeringan
§  Flagelum : Bulu cambuk 
1.        Satu : Monotrik
2.        Banyak flagelum di satu sisi : Lofotrik
3.        1/banyak flagelum di dua sisi : Amfitrik
4.        Tersebar di seluruh permukaan : Peritrik
§  Endospora : Bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif
  • Cara hidup : Berdasarkan cara memperoleh makanan
o    Bakteri heterotrof : Bakteri yang makanannya berupa senyawa organik dari organisme lain.Terbagi menjadi :
1.        Bakteri saprofit : Bakteri yang memperoleh makanan dari sisa organisme lain/produk organisme lain. Baketri pengurai (dekomposer)
2.        Bakteri parasit : Bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Jika menimbulkan penyakit pada inangnya maka akan disebut bakteri patogen
o    Bakteri autotrof : Bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri
  • Berdasarkan Kebutuhan oksigen untuk merombak makanan agar memperoleh energi :
o    Bakteri aerob : Membutuhkan oksigen untuk memperoleh energi
o    Bakteri anaerob : Tidak membutuhkan oksigen untuk memperoleh energi. Energi diperoleh dengan fermentasi. Dibedakan menjadi : 
1.        Anaerob obligat : Hanya dapat hidup juka tidak ada oksigen
2.        Anaerob fakultatif : Dapat hidup jika ada oksigen maupun tidak ada oksigen
  • Reproduksi :
1.        Aseksual : Pembelahan biner (setiap sel membelah menjadi 2)
2.        Seksual : 
§  Transformasi : Masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri
§  Transduksi : Pemindahan materi genetik 1 sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain, yaitu bakteriofage
§  Konjugasi : Pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara 2 sel bakteri yang berdekatan
  • Habitat : Lingkungan lembab atau agak basah dengan temperatur 25-37 derajat Celsius
  • Klasifikasi eubacteria : 5 filum 
1.        Proteobacteria : bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof/fotoheterotrof dan proteobacteria yang bersifat kemoautotrof/kemoheterotrof
2.        Cyanobacteria :
§  Memiliki klorofil
§  Tidak memiliki alat gerak tapi dapat melakukan fotosintesis 
§  Hidup soliter/koloni. Koloni berbentuk benang, lembaran, atau bola berongga. 
§  Berbentuk benang ada 3 macam sel utama : 1. Heterokista : Sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen, 2. Akinet : Sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri, 3. Baeosit : Sel-sel bulat kecil hasil reproduksi, berguna untuk fotosintesis.
§  Tidak memiliki membarn inti (prokariot)
§  Mengandung pigmen klorofil, karoten, fikosianin (biru), dan fikoeritrin (merah)
§  Autotrof
§  Menghasilkan oksigen
§  Reproduksi : Aseksual : Pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan akinet (spora)
3.        Spirochetes : Berbentuk spiral dengan panjang 5-250 mikron. Merupakan bakteri gram negatif. Memiliki suatu struktur unik yang disebut filamen aksial : Semacam serabut di sepanjang tubuh, di dalam selubung terluang tetapi di luar dinding sel, berfungsi untuk membuat gerakan berputar
4.        Chlamydias : Hidup sebagai parasit. Memiliki 2 bentuk sel dalam siklus hidupnya, yaitu : 
§  Badan dasar : Masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial
§  Badan inisial : Tumbuh dan membelah diri, lalu membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan ke sel inang yang disertai pecahnya sel inang
5.        Bakteri gram positif : Beberapa bakteri gram positif membentuk endospora ketika lingkungan miskin akan zat makanan

B.       Archaebacteria
  • Kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid
  • Hidup pada lingkungan ekstrim
  • Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, Archaebacteria dibagi menjadi 3 :
1.        Bakteri metanogen : Bakteri yang menghasilkan metana dari gas hidrogen dan karbon dioksida/asam asetat. Metana disebut juga biogas. Hidup dirawa sebagai pengurai. Co :Methanobacterium
2.        Bakteri halofil : Bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Co :Halobacterium
3.        Bakteri termoasidofil : Hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal : temperatur 60-80 derajat Celsius dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawah vulkanik. Co : Sulfolobus dan Thermoplasma

C.        Bakteri dalam kehidupan manusia
  • Bakteri yang menguntungkan : 
1.        Eubacteria 
§  Pembusukan sisa-sisa makhluk hidup. Co : E. Coli
§  Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi. Co : Acetobacter : Pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus : Pembuatan yogurt
§  Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen. Co : Rhizobium leguminosarum
§  Penyubur tanah. Co : Nitrosococcus
§  Penghasil antibiotik. Co : Bacillus polymixa : Polimiksin B
§  Penelitian rekayasa genetika
§  Pembuatan zat kimia. Co : Clostridium acetobutylicum
2.        Archaebacteria : Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Co : Methanobacterium
  • Bakteri yang merugikan
1.        Eubacteria :
§  Pembusukan makanan. Co : Clostridium botulinum
§  Penyebab penyakit pada manusia. Co : Mycobacterium tuberculosis (TBC), Vibrio chloerae(kolera/muntaber), Clostridium tetani (tetanus)
§  Penyebab penyakit pada hewan. Co : Bacillus anthracis (antraks pada sapi)
§  Penyebab penyakit pada tanaman budidaya. Co : Pseudomonas solanacearum 
2.        Archaebacteria : Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam
  • Penanggulangan terhadap bakteri :
1.        Pengawetan dan pengolahan makanan
1.        Pemanisan
2.        Pengeringan
3.        Pengasapan
4.        Pengasinan
5.        Pendinginan
6.        Pasteurisasi : Pemanasan dengan suhu 63-72 derajat Celsius selama 15-30 menit. Dilakukan pada susu untuk mematikan bakteri patogen dan mempertahankan rasa dan aroma khas susu
7.        Sterilisasi : Pemanasan dengan menggunakan udara panas/uap air panas bertekanan tinggi. Menggunakan oven dengan temperatur 170-180 derajat Celsius. Untuk mensterilkan peralatan gelas. Alat : Autoklaf
2.        Kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan
1.        Menjaga kebersihan lingkungan
2.        Menjaga kebersihan badan
3.        Makan makanan sehat
4.        Cukup istirahat
5.        Melakukan olah raga
3.        Imunisasi
1.        Vaksin kolera : Kolera
2.        Vaksin tifus : Tifus
3.        Vaksin BCG : TBC
4.        Vaksin DPT : Difteri, tetanus, batuk

BIOLOGI SEBAGAI ILMU

Biologi adalah ilmu tentang kehidupan. Diambil dari bahasa Yunani, bios yang berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu Berdasarkan...